[Review] Manisan Carica Asli dari Dieng, Indonesia

Hallo Foochiers!
Carica (baca: karika) si buah papaya gunung yang tumbuh di dataran tinggi ini telah menjadi sebuah oleh-oleh wajib bagi para pengunjung Dieng. Selain karena keberadaan buah yang tidak banyak di Indonesia, rasa dari buah ini pun cukup unik dan membuat kebanyakan orang ketagihan. Penasaran kan seperti apa buah carica ini?
Terus simak sampai selesai ya!

khasiat-buah-carica
Buah Carica [Sumber]

Buah Carica tumbuh pertama kali di Dataran Tinggi Andes, Amerika Selatan. Carica memang hanya bisa tumbuh di dataran tinggi basah yang idealnya sekitar 1500 – 3000 meter di atas permukaan laut. Buah Carica diintroduksi ke Indonesia pada masa menjelang Perang Dunia II dan berhasil dikembangkan di Dataran Tinggi Dieng. Di Indonesia buah ini tidak hanya tumbuh di Dieng, melainkan terdapat juga di Bali. Hanya saja di Bali, buah ini lebih akrab di sapa Gedang Memedi.

Daging buah ini warnanya kuning, dan cukup terasa sedikit keras. Rasanya sendiri agak asam dan terasa sepet namun harum. Membicarakan tentang rasa, banyak orang lebih memilih menikmati buah ini ketika sudah menjadi manisan. Selain rasanya yang tentu lebih manis, dagingnya juga terasa lebih lembut. Ditambah apabila memakannya ketika baru dikeluarkan dari lemari pendingin (baca:kulkas) rasanya tentu lebih segar dan nikmat.

LogoLicious_20170319_075838

LogoLicious_20170319_073747

Sebenarnya buah Carica sendiri tidak hanya diproduksi menjadi sebuah manisan. Ia juga banyak diproduksi oleh masyarakat Dieng menjadi selai, dodol, bahkan wajik. Namun banyak pengunjung lebih dominan untuk mencoba manisannya ketimbang produksi Carica lainnya. Bukan berarti produksi lainnya tidak enak, tapi karena manisan lebih segar untuk dinikmati secara langsung dan karena bentuk dari buah Carica masih utuh pada manisan.

Waktu saya melakukan travelling ke Dieng, selama perjalanan pasti akan selalu terlihat deretan toko atau bahkan tukang kaki lima yang menjual manisan Carica. Dimulai dari yang dijual di cup ukuran kecil, ukuran sedang, sampai dijual dengan jar berukuran besar. Ada juga yang dijual dalam 1 dus dengan isi 8 – 12 cup. Biasanya untuk oleh-oleh, orang lebih banyak memilih untuk membeli yang sudah di dus. Tapi aku sendiri saat itu tidak membeli yang dus, karena manisan yang di dus itu ternyata menggunakan pemanis buatan (khusus di toko yang aku kunjungi, tidak tahu bagaimana kalau di tempat lain), dan manisan yang tidak menggunakan pemanis buatan yang tersedia di toko itu ternyata hanya dibungkus dengan plastik saja.

LogoLicious_20170319_081201
Beberapa cup manisan Carica yang dibungkus dengan plastik

Awalnya bimbang, karena khawatir takut cup yang ada di dalam menjadi peyot atau bahkan hancur ketika di perjalanan pulang, tapi setelah dipikir kembali, rasanya sayang sekali apabila harus membeli manisan Carica yang sudah jelas asli dari Dieng ini manisnya berasal dari pemanis buatan. Akhirnya tetap pada pendirian untuk membeli yang manisnya asli. Dan selama perjalanan pulang, alhamdulillah tidak ada cup yang bocor (tapi ada 1 cup yang peyot, hiks). Selain karena saya jaga dengan baik, plastik yang digunakan juga cukup tebal, jadi tidak akan membuatnya mudah robek atau jebol. Kewaspadaan yang perlu diperhatikan ya hanya jangan sampai tertindih dengan barang yang berat saja. Be careful, guys!

LogoLicious_20170319_081430

Rasa dari manisan yang saya beli ini, wah, enak bangeeett…
Agak menyesal sih karena hanya membeli satu bungkus, nggak di sangka rasanya enak banget. Rasa manis-manis asam ditambah dengan dingin setelah seharian disimpan dalam kulkas. Sungguh kenikmatan yang hakiki, guys. *Ini beneran loh nggak lebay (hehe)

Untuk harganya sendiri, manisan ini tidak terbilang mahal dan tidak terbilang murah juga. Di toko yang saya kunjungi (saya lupa nama tokonya apa dan dimana), rata-rata mereka menjual 1 dus isi 6 cup itu sekitar Rp 18rb – Rp 24rb, sedangkan yang isi 12 cup sekitar Rp 60rb. Kalau dihitung persatu cup kira-kira 1 cup itu harganya Rp 3rb – Rp 5rb, tentu dengan jumlah isi yang berbeda-beda. Kalau di tempat lain mungkin kamu akan menemukan harga yang berbeda, bisa lebih murah atau bahkan lebih mahal, semua tergantung pada kualitas produk, bahan dan jenis produk serta brand produk itu sendiri. Oh iya, yang ada di gambar itu hanya ada 3 cup, karena sisanya sudah ludes habis disantap keluarga, hehe.

Kalau Foochiers nanya, manisan Carica recommended atau nggak sih?
Recommended banget  ❤

Sekilas ulasan:

Harga: Rp 3.000 – Rp 5.000 (1 cup netto 110 ml )

Kelebihan:
– Rasanya menjanjikan
– Manisnya tidak berlebihan

Kekurangan:
– Packaging luarnya hanya menggunakan plastik sehingga cukup mengkhawatirkan
– Isi buah pada 1 cup tidak banyak

Rating: 4 / 5

Sekian review dari saya, semoga membantu!
Kalau kalian sudah mencoba berbagai atau beberapa macam produksi dari buah Carica, boleh dong share di kolom komentar.   😀

Makasih and see you next time!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s