[Review] Oseng-Oseng Mercon Bu Narti Kalengan: Sepedas Apa Sih?

Hallo Foochiers!
Pernah denger jenis makanan satu ini gak sih?
Makanan populer khas Yogyakarta yang terkenal dengan pedasnya yang bukan main? Iya, namanya Oseng Mercon. Nah asal kalian tau, makanan kreasi Bu Narti ini sudah dikenal sejak tahun 1997. Biasanya orang-orang menikmatinya dengan datang berkunjung ke tempat makan lesehannya Bu Narti, dan langsung makan di tempat. Masih dalam keadaan hangat. Fresh from the oven. Tapi karena jumlah pelanggan dari berbagai tempat semakin meningkat, maka Bu Narti ini pun akhirnya menyediakan Oseng Mercon (siap makan) dalam bentuk kemasan, yakni dengan kaleng.

LogoLicious_20170927_145238

Dilihat dari packagingnya sendiri, Oseng Mercon ini sudah menggugah selera. Bayangan akan pedasnya akan mulai timbul dari hanya melihat gambar Oseng Mercon yang ada di bagian packagingnya itu. Eh, tapi untuk yang belum pernah sama sekali mencicipi Oseng Mercon gimana ya?

LogoLicious_20170927_145459

LogoLicious_20170927_145353

LogoLicious_20170927_145424

Oke, sebelum beralih membahas cita rasa, aku mau kasih tau bahwa di packagingnya sendiri dicantumkan beberapa informasi, seperti yang terlihat di gambar; tertera informasi mengenai komposisi, bagaimana prosesi peng-kalengannya serta saran penyajian dan penyimpanannya. Di tambah lagi, satu informasi yang teramat sangat penting adalah bahwa makanan ini alhamdulillah sudah diberi label halal. Yeaaay. Jadi bagi kalian yang Muslim, gak perlu khawatir ya!

Isinya padat dan penuh, pertama kali membuka kalengnya, langsung tercium wangi daging dan cabai yang cukup menyengat. Wanginya tentu sangat enak dan menantang. Kenapa menantang? karena 90% yang tercium adalah bau cabainya :’D
Kalau dilihat pun masih banyak cabai yang masih setengah utuh, dan terlihat sekali bahwa yang digunakan adalah cabai rawit merah yang tingkat kepedasannya tidak bisa diremehkan.

LogoLicious_20170927_145825LogoLicious_20170927_145728

Walau sebenarnya Oseng Mercon ini bisa langsung disajikan dengan nasi hangat, tapi aku lebih memilih untuk menumisnya dulu beberapa menit. Kenapa? Karena rasanya kurang nikmat jika makanan pedas tidak dinikmati dalam keadaan hangat.
Dengan menggunakan wajan non-sticky (tidak lengket), langsung saja tuang seluruh isi kaleng tanpa menggunakan minyak sedikit pun. Beri sedikit air dan biarkan sampai meresap. Baru setelah itu bisa langsung disajikan.

Kenapa sih kok gak pake minyak? Kenapa pula ditambahkan air?

Karena Osengnya sendiri sudah berminyak, ditambah lagi sudah terdapat lemak dari daging sapinya. Kalau kita menambahkan minyak lagi saat memasaknya, tentu jumlah minyak yang kita asup nantinya malah jadi berlebihan bukan? Ingat, berlebihan itu gak baik (hehe)

Nah kalau masalah menambahkan air, ini adalah supaya saat ditumis tidak terlalu kering, dan supaya bumbunya pun lebih meresap dan menguat. Sehingga akan terasa lebih nikmat. Wajib gak sih? Ya nggak. Karena semua tentu bergantung pada selera dan pendapat masing-masing.

LogoLicious_20170927_202048LogoLicious_20170927_201811LogoLicious_20170927_202327

Kalau diliat dari gambar, kira-kira menggiurkan gak? Harusnya sih iya ya. Hehe. Oiya, sudah jelas terlihat ya seberapa banyak isi dari Oseng Mercon ini. Full satu piring terisi cukup penuh. Kalau di kemasan sih ditulis untuk 3-4 porsi, dan menurut aku, segitu cukup. Karena dinikmatinya bersama nasi hangat. Nah menurut kalian porsi segitu cukup gak untuk 3-4 orang?

Terus gimana dengan rasanya?

Terus terang, rasanya enak, dagingnya empuk, asin dan gurih tentunya, pedasnya juga cukup menohok. Sekali nyendok pun langsung terasa rasa pedasnya. Tapi ternyata tidak se-Mercon yang pernah aku coba langsung saat di Yogya. Tidak benar-benar sampai membuat nangis dan megap-megap seperti yang fresh from the oven itu. Entah mungkin karena ia di dalam kemasan atau apa. Dan bau daging sapinya masih terasa saat dimakan, dan buatku itu nilai minus karena aku gak suka daging sapi yang masih terasa dan tercium baunya (itu mengganggu) :’)

LogoLicious_20170927_202000

Overall, ini enak kok. Pas buat kalian yang mau makan Oseng Mercon dengan tingkat kepedasan yang tidak terlalu menohok sampai ngos-ngosan gitu. Kalian bisa beli ini secara online. Tersedia di Lazada, Buka Lapak, bahkan di TokoPedia. Untuk web yang tertera di kaleng, fyi, gak bisa di buka link nya 😥 Jadi kalau mau beli Oseng Mercon kemasan ini, langsung searching aja di toko yang sudah aku sebut tadi.

 

Sekilas Ulasan:

Harga: Kisaran Rp 50.000 – Rp 60.000/ 1 kaleng ukuran 300gr

Kelebihan:
– Porsinya banyak
– Rasanya pas; asin, gurih, pedas, enak.
– Tanpa bahan pengawet
– Packagingnya rapi

Kekurangan:
– Bau dagingnya masih tercium
– Rasa pedasnya tidak pol seperti yang langsung dibeli di tempat makannya

Rating: 4/5

 

Sekian review dari aku, kalian ada yang sudah pernah coba Oseng Mercon dalam kemasan juga? Menurut kalian gimana? 🙂

Advertisements

5 thoughts on “[Review] Oseng-Oseng Mercon Bu Narti Kalengan: Sepedas Apa Sih?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s