[Summary Event] Jemma Class: Smartphone Food Photography with Captain Ruby

Pekan lalu, Womantalk.com mengadakan Jemma Class di sebuah cafe bernama Lucky Cat Coffee & Kitchen yang berlokasi di Plaza Kuningan, Jakarta.

Dengan mengusung tema makanan, Jemma Class memberikan materi fotografi makanan dengan menggunakan ponsel cerdas atau bahasa kerennya: Smartphone Food Photography yang dipandu oleh seorang tutor keren, Fellexandro Ruby, dimana beliau terkenal sebagai Food Photographer Jakarta yang juga sebagai Creator of Netflix My Chefs Table 2016 dan Influence Asia Top 4 Food Influencer 2017 *wow, I know right?

IMG_20171209_120518-01

Setelah MC mempersilakan Tutor untuk memulai kelas, tanpa basa-basi sang Tutor segera membahas materi, yakni teknik pengambilan gambar makanan dengan menggunakan smartphone yang ternyata memiliki tips & trick sederhana. Nah, di kesempatan kali ini gue akan membagikan ilmu yang telah gue dapatkan tersebut kepada kalian semua. Semoga penjelasan ala kadarnya ini bisa diserap dengan baik ya!

Oke, hal pertama yang harus disiapkan sebelum mulai memfoto adalah memiliki niat. Pasti beberapa dari kalian bakal bilang, “yaiyalaaahh…”, but guys ini serius ya. Kita harus betul-betul memiliki niat. Karena dengan adanya niat, maka kita pasti akan menyiapkan segala keperluan dengan sangat baik, seperti menyiapkan smartphone, memilih tempat, menu makanan, dan hal lainnya dengan benar.

Tapi bagaimana cara kita menyiapkan smartphone, memilih tempat dan menu makanan tersebut dengan benar?

So, the first thing that we should prepare is:

1. Rasa

Ibarat kalo cuaca lagi dingin, hujan, gelap lalu kita lapar. Yang akan terbenak dalam pikiran pasti kita mau makan sesuatu yang segar, berkuah, dan tentunya hangat. Untuk minum pun tak akan jauh beda. Tentu kita akan memilih menu yang bisa menghangatkan tubuh dan suasana seperti teh manis hangat atau segelas wedang jahe.

Begitu juga dengan mengambil foto makanan. Kita harus tau rasa apa yang ingin kita berikan lewat hasil foto tersebut. Rasa manis kah? rasa gurih kah? Atau mungkin rasa sejuk, hangat, dingin, segar, colorful, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, berikut terdapat foto minuman yakni es jeruk.

Photo from IG @captainruby

Menurut kalian apa rasa yang ingin disampaikan oleh @captainruby? Ya, tentu rasa dingin, sejuk, segar, summer, haus, melepas dahaga, dan lain sebagainya. Bagaimana kita bisa tahu rasa-rasa tersebut? Tentu dari apa yang disajikan di foto.

Dari foto tersebut bisa kita lihat bahwa terdapat segelas es jeruk dengan ambience yang sangat cerah, yang menunjukkan bahwa rasa jeruk dari minuman itu sangatlah kental, dan sungguh menimbulkan rasa haus. Lalu foto tersebut juga menggambarkan rasa segar dan manis dari madu yang terdapat di belakangnya, serta dari es batu yang berserakan di depannya.

Selain rasa kita juga harus paham cerita apa yang ingin kita bagikan. Kalau melihat foto es jeruk tadi, kita bisa melihat cerita dari foto tersebut adalah terdapat kesegaran dan kenikmatan yang bisa kita dapatkan jika kita sedang merasa haus di summer time. Atau bisa juga dengan berniat membuat orang-orang yang melihatnya jadi merasa ngiler dan haus.

Mengapa ceritanya bisa seperti itu? Karena foto tersebut hanya fokus pada minuman dan komposisi yang terdapat di dalam minuman tersebut.

Berbeda dengan foto berikut:

Photo from IG @captainruby

Foto diatas tidaklah hanya fokus pada kopi yang sedang dipegang, yang berarti tidak hanya menceritakan tentang segelas kopi.

Foto tersebut juga menceritakan bahwa terdapat seorang laki-laki dengan sepatu dan jam tangannya yang keren, sedang chillin’ out di outdoor yang suasananya cukup mendung. Selain menikmati kopi dengan latte art yang keren itu, ia juga menikmati sepotong roti yang pas sekali dilahap bersama tegukan kopi hangat. Ya, seperti itulah kira-kira cerita yang ingin disampaikan.

Berbeda sekali dengan foto sebelumnya bukan?

2. Basic

Pembahasan basic ini memiliki beberapa poin, diantaranya adalah;

a. Berteman dengan Jendela

Here’s the thing, setiap kita mau ambil foto, kita pasti selalu membutuhkan cahaya, right? Mau foto selfie, foto tulisan di buku, foto model bahkan foto makanan pun membutuhkan cahaya. Tapi setiap objek yang ingin kita foto itu memiliki kebutuhan cahaya yang berbeda.

Cahaya yang paling bagus untuk memfoto makanan adalah cahaya dari samping. Bisa samping kanan maupun kiri. Dan cahaya terbagus adalah cahaya alami dari matahari yang bisa kita dapatkan dari jendela.

Untuk waktu terbaik sebenarnya tidak bisa dipastikan, karena cuaca juga sulit untuk diterka. Sehingga gampangnya adalah, saat cahaya matahari masih tampak terlihat lembut dan tidak begitu silau, maka itulah waktu yang tepat.

Photo from IG @captainruby

Coba perhatikan foto diatas, cahayanya datang darimana? Ya, datang dari sebelah kanan. Terlihat dari bayangan yang ada dan rumput hijau yang terdapat di sebelah kanan. Dan bagaimana menurut kalian hasilnya? It’s great, right?

Bagaimana kalau cahaya dari atas? Bisa saja sebenarnya, namun makanan tersebut akan terlihat flat dan shadenya akan terlihat terlalu tebal. Kalau mau menggunakan cahaya dari atas, harus cover sekeliling objek dengan cardboard supaya cahaya bisa memantul dan menjadikan objek terlihat lebih bagus.

b. KKB (Kiri, Kanan, Belakang)

Maksud dari KKB ini adalah cahaya yang paling recommended digunakan untuk memfoto makanan. Bisa ambil cahaya dari sebelah kiri, sebelah kanan, maupun dari belakang. Bagaimana kalau dari depan? Surely not recommended. Sama seperti cahaya dari atas, hasilnya akan flat nantinya. Solusi terbaik adalah lagi-lagi dengan mengelilingi objek menggunakan cardboard.

c. Harus Punya Modal (Sedikit Saja)

Percayalah, dengan memiliki modal dibawah 1jt kita bisa memiliki alat-alat penting yang diperlukan dalam memfoto makanan. Apa saja alat-alat tersebut?

β—† Tripod

Yang gatau apa itu tripod, bisa langsung googling ya. Intinya tripod ini emang dibutuhin banget supaya kamera gak goyang-goyang saat ambil foto. Kalau goyang-goyang, hasil foto bisa blur kan?

Dan kita bisa beli tripod dengan harga termurah 150k (ini gue cek di lazada). Karena ini lagi ngebahas fotografi dengan smartphone, jadi gue kasih tau harga tripod smartphone ya.

β—† Cardboard (Styrofoam)

Cardboard sebagai nama beken dari styrofoam dikalangan para fotografer menjadi satu alat penting untuk digunakan dalam mengambil foto. Gunanya adalah untuk memantulkan cahaya dari arah berlawanan agar supaya shade si objek tidak terlalu tebal (seperti yang udah gue jelaskan di pembahasan berteman dengan jendela dan KKB).

Untuk harga cardboard satuannya kisaran 50k.

β—† Props (Properti)

Props yang dibutuhkan untuk memfoto makanan sebenarnya sangatlah beragam. Tapi kita bisa membeli props yang umumnya paling sering digunakan saja, seperti napkin, cangkir, piring putih, talenan, alas makan/alas piring, set alat makan (sendok-garpu), replika buah-buahan dan meja putih.

Untuk napkin harganya kisaran 15k. Untuk cangkir kisaran 30k. Harga talenan kisaran 25k. Lalu piring putih bahan stainless 20k. Alas makan 25k. Set alat makan 15k. Meja putih kisaran 100k. Dan replika buah-buahan satuannya sekitar 13k, anggap saja kita butuh 5 pcs buah yang berbeda, berarti total untuk buah-buahan jadi 65k.

Nah, berapa total keseluruhan props tersebut?

Ya, 295k. Jika di tambah dengan harga tripod dan cardboard maka total menjadi 495k. Which means cukup memiliki modal setengah juta saja, bahkan tidak sampai 1jt. Kalau ga punya uang sebanyak itu, ya nyicil.

P.S : semua harga gue cek di TokPed.

d. Rajin Selfie dan Berfoto Ria

Iya, dengan seringnya kita selfie dan memfoto sesuatu yang ada di sekeliling kita membuat kita semakin paham bagaimana sebenarnya angle foto yang terbaik. Jadi jangan meremehkan selfie ya! *hahaha

e. Bijak Memilih Menu

Memfoto makanan berarti ingin memberikan cerita dan rasa terbaik dari hasil foto tersebut. Lalu bagaimana kita bisa memberikan cerita dan rasa yang sesuai bila menu yang kita pilih tidaklah bagus untuk di foto?

Seperti misalnya rawon. Rawon adalah makanan yang kuahnya berwarna hitam dengan berisikan daging yang pula berwarna hitam. Lalu ia dihiasi dengan taburan toge yang berwarna putih. Jelas hal tersebut akan sulit untuk diberikan cerita dan rasa lewat foto karena sulit pula bagi kita untuk memilih angle yang baik. Karena dari sisi manapun, rawon akan selalu terlihat hitam.

f. Kenali Smartphone-mu

β—† Lensa Kamera

Kapan terakhir kalian membersihkan smartphone kalian? Sadar gak betapa kotornya smartphone kalian yang sudah kalian ajak kemanapun kalian pergi? Ke jalan raya, toilet, nongkrong di taman dan taruh smartphone di rerumputan, taruh di tas yang entah sudah berapa lama tidak dicuci, taruh dikantong, dompet, laci meja, lemari berdebu, dsb.

Lensa kamera smartphone sangat perlu untuk dibersihkan saat ingin digunakan. Karena minyak serta kotoran lain yang menempel di lensa tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil foto. Jadi jangan lupa untuk dibersihkan ya!

β—† Hindari Zoom In/Out

Saat mengambil foto, hindari men-zoom kamera karena hasilnya akan tidak bagus dan biasanya seringkali menjadi blur. Lebih baik, di crop saja. Itu lebih baik. Jadi saat mengambil foto, jarak pengambilannya diluaskan sedikit, agar bisa dicrop dengan leluasa.

Berikut contoh sebelum dan sesudah di crop:

IMG_20171209_111244-01
Foto Sebelum di Crop
IMG_20171209_111244-03
Foto Sesudah di Crop

P.S : Foto di atas gue yang taken loh, muehehe (baguskah?)

β—† Stay Focus

Saat ingin menjepret suatu objek, jangan lupa di focus locked dulu. Caranya bagaimana? Cukup tekan layar smartphone kalian di posisi objek yang ingin difoto dengan ditekan agak lama, sampai muncul tulisan Focus and Exposure Locked, setelah itu baru deh jepret.

Nah, dari 2 poin yang harus di prepare sebelum mengambil foto, sang Tutor @captainruby juga memberikan tips lainnya yang harus sangat diperhatikan, yaitu;

1. Don’t Just Take a Photo, Make a Photo

Kalau mau memfoto makanan dengan hasil yang baik, gunakan kedua poin diatas tadi. Jangan main asal jepret sampai tidak mengerti apa yang sebetulnya ingin dicapai. Ibaratnya mah, You have to know what you do.

2. Styling Not Decoration

Masih ingat pembahasan props? Props dibutuhkan salah satunya adalah untuk memberikan style yang bagus pada cerita dan rasa di foto yang akan diambil. Dan memberikan style pada foto haruslah sesuai dengan kebutuhan dan tujuan. Jadi, jangan berlebihan saat menggunakan props.

3. Play with Shape

Menyesuaikan bentuk sangatlah penting. Jika objek foto menggunakan props dengan shape lingkaran seperti piring berbentuk lingkaran, maka sesuaikanlah props lainnya yang seragam dengan si objek tersebut.

Photo from IG @captainruby

4. Play with Size

Setelah menyesuaikan shape props yang akan digunakan, tentukanlah size dari tiap props yang akan digunakan. Pikirkanlah bagus atau tidaknya, serta cocok atau tidaknya.

Photo from IG @captainruby

Nah, itulah tips & trick mengambil foto makanan dengan menggunakan smartphone. Bagaimana menurut kalian? Mudah bukan? Jangan lupa segera dipraktekan ya, karena kalau hanya mempelajari teorinya saja bisa sulit untuk menguasainya. Yang terpenting dari semua ini adalah jangan malu untuk mencoba dan jangan takut salah.

Buat kalian yang bertanya-tanya kenapa banyak foto yang diambil dari IG sang Tutor @captainruby, karena foto beliau lebih jelas dan lebih baik untuk dijadikan panutan. Sehingga akan lebih mudah untuk kalian memahaminya (semoga). Hehe.

Kalau ada penjelasan yang kurang bisa dipahami, boleh ditanyakan di kolom komentar ya!

Selamat mencoba ❀

 

Advertisements

5 thoughts on “[Summary Event] Jemma Class: Smartphone Food Photography with Captain Ruby”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s