Keseruan Membuat Macaron di Dapur Arkamaya [Cooking Class]

Halo Foochiers!

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya tanggal 30 Juni 2018, aku ikut cooking class gratis dari CChannel Indonesia yang diadakan di sebuah sekolah kuliner bernama Arkamaya Indonesian Creative Culinary School yang terletak di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Slipi, Petamburan, Jakarta Pusat.

Dengan mengusung tema “Create Your Tasty Instagramable Doger Macaron”, kami selaku peserta diberikan kesempatan untuk membuat macaron bersama dua pastry chef kece dari Arkamaya, yaitu; Chef Yosua Eka Jaya yang juga merupakan school principal Arkamaya, serta Chef Gabriella Amanda, founder dari Nicolette Cakery.

Waktu pertama kali datang, aku langsung disambut oleh tim dari C Channel untuk melakukan registrasi ulang. Setelah itu, aku langsung dipersilakan untuk duduk di ruang acara yang ternyata adalah sebuah cafe milik Arkamaya. Tempatnya bagus banget, sangat catchy, dan fresh. Yang paling aku suka, dapurnya langsung terlihat dari tempat makan gitu, jadi asik kita bisa langsung lihat koki yang masakin makanan pesanan kita. That’s the way you show people how clean your kitchen is, isn’t it?

Sebelum acara dimulai, kami disuguhi kue bolu sebagai cemilan. Dan mereka nyediain infused water juga yang bisa kita refill sesuka hati. Berasa sehat banget ya, hahaha. Nah, pas kita lagi asik makan bolu, tim dari C Channel keliling bagiin kita seragam, yang mana seragamnya ini adalah official seragam Arkamaya. Jenis seragamnya adalah Double Breasted Jacket dengan lengan panjang yang supeeer bagus, plus ada topi dan apron juga. Aku nggak nyangka kalau kita bakal dipinjami seragamnya lengkap begitu, karena aku pikir ini kan cuma short course, jadi paling di-support apron aja. Tapi ternyata nggak, sodara! ah, ini keren banget sih.

IMG-20180702-WA0001-01
So sorry for the bad resolution :”)

Selang lima belas menit kita dipersilakan naik ke lantai dua untuk memasuki dapurnya yang wah, fancy looking bok, bagus banget. Serentak aku dan para peserta lainnya bergumam takjub sendiri, norak istilah kasarnya mah, berasa kaya lagi masuk ke dapurnya MasterChef gitu loh, hahaha.

Begitu kita masuk, kita langsung diarahkan untuk melihat demo cooking macaronnya dulu, biar ga bingung saat kita masak nanti. Demo cooking dipadu langsung oleh kedua chef yang sudah aku sebut di awal tadi; chef Yosua dan chef Amanda.

Namanya juga guru ya, chef Yosua dan chef Amanda ngejelasinnya enak banget jadi mudah dipahaminya. Saat demo pun mereka melakukannya pelan-pelan gitu, sambil masak sambil jelasin. Terus ditunjukin juga ke tiap orang bagaimana bentuk yang seharusnya setelah adonan di aduk misalnya, lalu diizinin untuk pegang adonannya juga supaya tau bagaimana tekstur yang harus di dapat.

And I’m telling u, the hardest thing of making macaron is the way you making itself. The technique is really complicated I have to say. Hahaha *crying-laughing-emoji*.

Gladly, kita nggak harus masak dan berjuang sendiri tapi bekerja sama dengan tim. Satu timnya terdiri dari tiga orang, yang mana mereka adalah teman satu meja saat kita menikmati kue bolu di cafe lantai dasar.

Setelah demo cooking selesai, kita pun diarahkan menuju pantry masing-masing. Tiap satu pantry untuk satu tim, dan tim aku kedapetan di tempat paling belakang (sayang aku gaada foto pantry-nya ya, lupa ambil foto huhu). Nah, ternyata di tiap pantry bahan-bahan masaknya sudah disiapkan rapi dengan takaran yang sesuai dengan resep.

InShot_20180716_125009100

Daaaan langsung deh kita dipersilakan untuk mulai. Kita hanya diberi waktu 90 menit untuk membuatnya. Karena kerja dengan tim, jadi kita bagi-bagi tugas deh. Ada yang buat meringue dan ada yang buat caramel. Tapi tetep keep komunikasi, saling tanya ini bener gak ya kaya gini, bener gak ya kaya gitu? hehe.

Karena kita disini untuk belajar, jadi chef dan atau murid Arkamaya (yang sudah berpengalaman) sesekali datang ke tiap pantry untuk membantu kita kalau-kalau kita mendapati kesulitan atau sekedar ingin bertanya. Fyi, tim gue ini termasuk tim yang terbelakang, which is yang paling terakhir masukin adonan ke oven, yang paling pudar warna macaronnya, dan yang adonannya paling tidak mengembang. Hahaha, ini kayanya sedih banget ya. But I have to say, tim gue ini orangnya asik-asik banget. Ditambah yang satunya itu seorang ibu, jadi tiap kali aku dan temanku yang satunya panik, si ibu ini menenangkan. Dan ya the power of motherhood, ya beneran jadi tenang aja gitu, dan jadinya gak nge-down banget. *thanks to Mama Diana, u the real MVP, argh!*

IMG_20180630_104237-01
Keadaan pantry sebelum perang yang sebenarnya dimulai :’)

So, long short story, begitu macaron semua tim sudah selesai, sudah di plating dengan kreatifitas masing-masing, langsung deh chef Yosua dan chef Amanda memberi penilaian terhadap macaron masing-masing tim. Yang dinilai itu rasa, tekstur, dan plating-nya. Penilaian dilakukan di lantai dasar, yang tentunya adalah cafe tempat pertama kita berkumpul.

Setelah dua tim, akhirnya tibalah waktu penilaian untuk tim aku. Jadi, model penilaiannya tuh kaya MasterChef gitu loh. Sambil chefnya makan, sambil kita presentasiin makanan kita itu. Bedanya, kalau MasterChef presentasiin apa saja komponennya, dan bagaimana cara memasaknya. Nah, kalau kita ini mempresentasikan tampilan dari kreasi plating kita.

IMG_20180630_130026-01
This is how my macaron’s team’s look

Don’t judge a book by its cover adalah kesimpulan dari presentasi tim aku. Meski kita adalah tim yang terbelakang, yang paling akhir dalam memasuki macaron ke oven, yang macaronnya paling tidak mengembang (tapi tetap girang karena kaki macaronnya terlihat jelas hahaha), tapi bukan berarti macaron kita yang paling gagal rasanya.

Dan hasilnya?

IMG_20180713_210104

Chef Amanda bilang, teksturnya pas. Chewy-nya dapet, crunchy-nya dapet. Rasanya juga enak meski rasanya over too sweet akibat sirup yang kita taruh dibawah macaronnya. Chef Yosua pun meng-iya-kan. See? we actually nailed it! dan se-seneng itu sih dapet komentar seperti itu. Bukan merendahkan, tapi dari lima tim, tiga diantaranya tidak mendapat tekstur yang lebih baik dari tim aku. Padahal look-nya jauh lebih bagus loh. Jadi, tidak boleh menilai seseorang sekedar dari tampilannya itu benar adanya yah! hihi.

Nah, begitu penilaian berakhir, ternyata ada tambahan kelas fotografi! dan yang menjadi tutornya adalah Head of Productionnya C Channel Indonesia. Kurang keren apa coba? :’) Meski sebelumnya aku sudah pernah ikut kelas food fotografi, tapi karena tutornya beda, jadi ada saja teknik baru yang aku pelajari.

Intinya, seru banget belajar di Arkamaya. Really a refreshing experience. Sangat nggak nyangka bisa nyoba masak di dapur yang “berbeda” dari dapur rumahan, dengan tools masak yang super high quality, dengan seragam masak yang sesungguhnya, diajar oleh chef-chef kompeten yang super baik dan asik, ditambah bertemu teman-teman baru yang nggak kalah asiknya. Super menyenangkan yet so satisfied.

Big thanks to C Channel yang sudah memberikan aku kesempatan untuk mengikuti kelas ini. It was really an honor ❤

*sumber: akun IG CChannel with permission*

Untuk kalian yang penasaran bagaimana tampilan plating tim lainnya:

This slideshow requires JavaScript.

Dan untuk kalian yang masih penasaran bagaimana kondisi serta dapurnya Arkamaya saat kelas berlangsung, bisa langsung cek highlight stories dari akun Instagram @thefoochiefood ya, dengan judul Cooking Class. Cusss!

Oiya, by the way, kalian mau ga sih resep macaron dogernya?
Komen ya, kalau mau nanti aku buat di postingan selanjutnya.

Well then, see ya when I see ya.
Bye! ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s