Berakhir dengan nama The Foochie Food, kenapa? #3

Blog ini lahir dengan normal pada tanggal 04 Maret 2017 di Bekasi dengan berat dan panjang badan yang tidak dapat diukur dan diperkirakan. Waktu pertama kali gue melihat wajah si bayik (blog) ini, udah gue niatin untuk dibikin jadi food blog, tapi belum ada ide bakal dikasih nama apa, masih asal gue kasih nama panggilan gue di dunia nyata, yakni Ochie. Yang sibuk gue lakukan saat pertama kali bayik ini lahir adalah memilah-milih baju (theme) apa yang bagus buat dia *mamak macam apa gue ini, bah.

Begitu udah dapet baju yang pas, baru deh gue kepikiran sama nama. Awalnya pengen stay aja sih pake nama Ochie, tapi setelah dipikir-pikir rasanya kok nggak nyambung ya sama niche blog yang gue pilih. Orang niche-nya tentang makanan kok nama blog-nya malah nama orang. Secara gitu kan, niat gue bikin blog ini emang untuk diakui dan dibaca orang. Jadi gue pikir salah satu cara bagaimana gue mengenalkan dan mempromosikannya dengan baik ya harus dimulai dengan nama yang sesuai.

Mungkin kalo gue udah se-terkenal mbak Lele Pons sih enak ya promosiinnya gampang, sekali posting promosiin di feed ig dengan jangka waktu 2 detik aja udah bisa dapetin visitors ribuan :’) Tapi apalah daya aku hanyalah bakteri dari serpihan butiran rengginang yang terjatuh dari ujungnya kumis kucing di pinggiran jalan *bingung kan lo*

Oke lanjut.

Terus gue pikir pake nama biasa aja kali ya kaya kebanyakan orang,

“All About Food”

“Ochie’s Cook”

“Dapur Ochie”

“Ochie’s Food”

atau yang lebih mainstream lagi, “Cooking with Ochie”. *ikr

Tapi gue tetap merasa itu semua tidak asik, apalagi pas gue coba tulis di blog, aduh, big no!

Akhirnya mencoba melakukan riset nama ke beberapa food blog yang gue tau; AnakJajan, Gedein Perut, Meow Culinary, Daileatcious, Bigger Bolder Baking, Cupcake Jemma, dan lain sebagainya. Unik dan kreatif sekali ya. Ada yang sertain nama aslinya, ada juga yang nggak. Dan saat itu tingkat kelenjehan gue sedang meningkat, gue mau nama blog gue ini terselip nama gue.

Terus tiba-tiba muncul di otak gue kata foodie. Tapi, hmm apa ya? Ochie Foodie? Nggak nyambung banget, ditambah foodie itu udah banyak yang pake. Lalu gue coba tulis kata foodie di kertas, begitu gue liat 3 huruf di tengahnya kok ada mirip-miripnya gitu sama nama gue,

Foodie -> Fo-odi-e -> Fo-oci-e

*Wah, bisa nih di plesetin!

Dan supaya nama gue lebih terlihat, gue perjelas deh jadi Fo-Ochi-e. Terus agar lebih mudah ditebak kalau nama ini adalah nama food blog, jadilah gue tambah kata food dibelakangnya. Terus biar terlihat lebih ng-gaya, tambahin the di bagian depannya, biar kesannya inggris banget gitu *hahaha* Jadi deh, The Foochie Food.

10:51 am, duduk di lantai dengan sebelah hidung yang mampet. Semoga saya lekas sembuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s