5 Fakta Tentang [orang yang kalian tidak kenal] Gue #6

Tantangan kali ini sebenarnya mudah tapi nggak mudah juga. Mudah karena ya ini tentang gue, apa susahnya gitu kan nulis tentang diri sendiri. Dari hal-hal yang baik sampai aib yang cuma gue aja yang tau β€” yang selalu Allah rahasiakan *thankyou Allah :’)* β€”  pun mudah aja jabarinnya, ye gak? Tapi kan yaa.. yang bikin nggak mudahnya justru itu, kira-kira fakta yang mana yang pantas untuk gue sebarluaskan demi tantangan cucok meong ini.

Jadi, setelah 15 menit gue bertapa di toilet duduk dengan backsound suara indah gemericik air mengalir dari keran bak kamar mandi, ditambah dengan iringan suara β€œblup-blup” … (oke I’m going too far wkwk) gue pun akhirnya menemukan 5 fakta yang sepertinya tidak menarik untuk disebarluaskan.

Yang pertama, kepribadian gue itu berubah-ubah, tergantung sedang dengan siapa gue berhadapan. Kenapa bisa begitu? gue juga nggak ngerti, kayanya ini udah jadi bagian dari personality trait gue. Gue adalah tipe orang yang nggak bisa langsung “asik” dengan orang lain. Butuh waktu bagi gue untuk memutuskan apakah “orang” tersebut berhak melihat sifat gue yang asli atau tidak. Aneh memang. Tapi mau gimana lagi, emang udah begitu adanya. Jadi intinya, gue yang dikenal berisik dan pecicilan sama teman satu kelas di kampus, tidak berarti gue juga dikenal seperti itu oleh teman yang beda kelas.

pic from boredpanda.com

Yang kedua, gue nggak suka main ke mall. Mall itu adalah tempat hiburan yang paling mahal menurut gue. Ditambah lagi kegiatannya ya gitu-gitu aja, kalo nggak nonton, makan, ya belanja. Sebagai manusia yang masih missqueen, gue tentu sering merasa sakit hati kalau harus menghabiskan uang di mall. Ditambah, entah apakah ini penyakit atau memang ada jenis kepribadian yang seperti ini, tapi gue kalau berlama-lama di mall itu akan membuat gue pusing. Pusing yang bener-bener pusing sampe kadang bisa mual. Dan lucunya, setelah gue pergi, rasa pusing dan mualnya hilang. Nggak paham deh. Apa efek dari kesedihan di hati setelah melihat semua yang ada di dalam mall mahal-mahal? πŸ˜‚

Yang ketiga, biar usia gue sudah 22 tahun, tapi film kartun dan animasi masih menjadi genre film favorit. Genre film ini selalu membuat gue amaze dengan kreatifitas dari gambarnya, gerakannya, sampai dubbernya. Jadi, dulu itu gue emang bercita-cita ingin menjadi dubber. Makanya selalu excited nonton genre film ini. Tbh, sebenernya sampe sekarang sih gue masih pengen jadi dubber. Hee..

Yang keempat, gue makan mulu! Astaghfirullah. Habis makan, ngemil, repeat. Nggak ada hentinya, kaya tubuh tuh isinya lambung doang. Tapi uniknya, gue kaya gini kalau lagi di rumah aja. Kalau di luar rumah justru nafsu makan menurun. Mungkin karena tiap di rumah gue sering banget nonton video tutorial masak kali ya, jadi latah deh.

vid from Liza Koshy. Ini ngedit sendiri.

Yang kelima, muka gue selalu terlihat judes (katanya). Gue pun sebenernya nggak pernah sadar sampai senior di sekolah gue ngasih tau. Gue ini representasi dari don’t judge a book by its cover katanya. Biar wajah gue judes, galak, tapi gue baik hati dan sabar *nyahaha*. Ada cerita, dulu gue pernah dilabrak oleh senior satu angkatan hanya karena wajah gue. Nyolot katanya hahaha. Terus dulu gue kan SMP/SMA di sekolah boarding, nah, ceritanya setiap murid yang sudah menduduki kelas 2 SMA pasti akan dipilih jadi pengurus asrama. Tapi gue justru dari kelas 1 SMA udah dipilih (gaada maksud riya 😦 ). Dan guess what, gue dipilih jadi bagian keamanan, kenapa? karena muka gue mendukung katanya. Dan pas naik kelas 2 SMA gue pun naik pangkat jadi ketua keamanan. Ya Allah gusti, kalau inget kisah-kisah kaya gini lucu banget sih.

pic from https://me.me

Ah ada satu lagi, waktu gue magang di salah satu MTs di Jakarta, gue megang kelas 7 dan kelas 9 which is kelas 1 dan 3 SMP. Dan murid kelas 7 ini yang mana baru aja lulus dari seragam putih merah, mereka nggak mau diajar sama gue karena katanya muka gue judes :’) mereka cuma mau diajar sama salah satu temen gue yang memang berwajah manis dan ramah gitu. *ps: mereka ngomong di depan gue which is broken hearted banget bro :’) * Tapi rules are rules, gue yang tetep harus ngajar mereka selama 4 bulan lamanya.

Akibat mendengar komplen secara tidak langsung itu, gue pun jadi mikir gimana caranya supaya ini murid mau diajar sama gue. Yaudah deh, akhirnya gue memutuskan untuk selalu selingkan games asik di akhir pembelajaran, yang surprisingly selalu bikin kelas berisik gak karuan. And guess again, si murid-murid kelas 7 pun akhirnya jatuh cinta dengan gue, gue lupa sih di minggu ke berapa, tapi mulai sejak itu, tiap 15 menit sebelum gue masuk kelas pasti selalu disamperin, diingetin kalau 15 menit lagi jadwal gue ngajar di kelas mereka, terus tiap gue masuk kelas pasti mereka langsung stay calm di tempat duduk masing-masing. Ketua kelasnya (yang padahal bader banget) pun super kooperatif, sigap isiin tinta spidol kalau udah abis, bantuin gue tegur temen kelasnya kalau ada yang berisik, sampai di hari terakhir gue ngajar, mereka ngasih gue surprise gitu, isinya jam tangan dan secarik surat cinta yang mereka tulis sendiri. Ini jelas bikin gue terharu sih.

From my sweetest students :3

Jadi intinya adalah, iya, don’t judge a book by its cover ya πŸ˜€

Udah deh sekian dulu ya. Wassalam.




17.51 pm, ngetik dengan mata sebelah kiri bengkak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s