5 Rekomendasi Film yang Sering Gue Rewatch Berkali-Kali #10

Gue nggak mau banyak intro untuk tantangan kali ini. Just wanna say that I really love watching movies dan biasanya kalau gue udah suka sama satu film, gue akan rewatch it over and over again, nggak ada hentinya. Setidaknya kalau gue lagi bosen dan nggak ada film baru yang recommended, gue bakal rewatch film favorit gue aja.

Oke, langsung!

Pertama, Sing (2016).

I frickin love this one. Gue nggak inget lagi udah berapa kali nonton film ini, yang jelas 20 kali itu ada dan mungkin lebih. Ini adalah film musikal animasi yang menceritakan tentang sekelompok hewan saling berjuang untuk memenangkan kontes bernyanyi. Kontes tersebut diselenggarakan oleh seekor koala yang mana dia adalah si pemilik teater. Sementara hewan lain berjuang untuk menjadi juara kontes, si koala ini justru berjuang untuk mempertahankan teater tuanya. Dan nantinya akan datang banyak konflik baik kepada si koala maupun kepada hewan lainnya. Satu hal yang gue suka dari film ini selain karena musikal, juga karena pesan yang disampaikan sangat mengena untuk gue.

Pesannya sederhana sih sebenarnya yaitu, jangan mudah menyerah karena harapan itu selalu ada. Tapi penggambaran dari masing-masing hewan yang memiliki latar belakang serta masalah hidup yang berbeda, lalu bagaimana mereka menghadapinya, dan segala alur ceritanya itu yang bikin pesannya terkesan luar biasa.

Ada satu scene yang powerful banget menurut gue yaitu, pada saat si koala baru saja mengalami kegagalan, dia feeling depressed obviously, tapi akhirnya dia berusaha untuk bangkit dengan membuka jasa cuci mobil, lalu pelanggan pertama datang dan ternyata si pelanggan ini nggak suka dengan pelayanannya hingga akhirnya si pelanggan pun pergi dan si koala terlempar dari mobilnya. Di saat itu, sahabatnya
– seekor domba – menghampirinya dan bilang,

“You know what’s great about hitting rock bottom? There’s only one way left to go. And that’s up!”

Okay, that is a really magical word. Super simpel tapi sangat dalam maknanya. Sebenarnya sih si koala duluan yang sebut kata-kata itu di awal film, lalu si domba ini cuma niru aja, ngebalikin kata-kata si koala lah lebih tepatnya. Tapi justru ngenanya itu ya pas di bagian si domba yang ngomong. Karena situasinya emang pas banget.

Wahh kalian harus nonton sih, film ini untuk semua usia kok jadi enak bisa ditonton bareng keluarga.

P.S Bakal ada sekuelnya di christmas 2020 nanti. Nggak sabaaarrrr!!! [reference]

Pic from here

Kedua, Inside Out (2015).

Masih film animasi, dengan cerita yang membuat gue sometimes ikut berimajinasi. Jadi, film ini menceritakan tentang kehidupan seorang gadis kecil berusia 11 tahun, Riley, ditemani dengan lima manifesto emosi-nya; Joy (senang), Sadness (kesedihan), Anger (Marah), Fear (ketakutan), dan Disgust (jijik). Kelima emosi ini hidup di sebuah ruangan besar yang berada di dalam pikiran Riley dan tugas mereka adalah mengatur emosi Riley dalam bertindak di kehidupan nyata. Sesuai dengan namanya, Joy mewakili perasaan senang Riley di kehidupan nyata, dia yang membantu Riley untuk tetap dalam keadaan bahagia. Lalu Anger membantunya dari ketidakadilan. Fear membantu untuk menghindari Riley dari hal-hal yang menakutkan dan berbahaya. Disgust membantu untuk menjauhi Riley dari racun fisik maupun sosial. Sedangkan Sadness belum diketahui fungsinya sebagai apa. Karena setiap kali Sadness mencoba mengatur emosi Riley, semuanya hanya akan terlihat sangat menyedihkan (obviously) dan keempat emosi lainnya tidak terima dan tidak suka melihat Riley bersedih dan menangis. Oleh karena itu, Joy selalu menyingkirkan sadness dari mengatur emosi Riley. Inti dari film ini adalah menguak fungsi dari Sadness. Karena di akhir cerita, Joy yang selalu menyingkirkan Sadness dari Riley akhirnya sadar bahwa Sadness berfungsi untuk memberitahu orang-orang dilingkungannya bahwa Riley sedang bersedih dan membutuhkan bantuan psikologis.

Gue suka film ini karena membahas tentang perasaan seseorang. Tentang pentingnya setiap emosi yang telah Allah beri ke tiap manusia. Selalu mengingatkan gue bahwa apapun yang kita rasakan, meskipun itu menyebalkan, tetap itu adalah hal yang penting. Gue nggak bohong, ini adalah film animasi yang selalu bikin gue nangis tersedu-sedu, parah sih. Nggak heran kenapa rating Rotten Tomatoes-nya 98%.

Dan iya, gue sering rewatch film ini. Biasanya gue rewatch kalo perasaan lagi sedih gitu sih. Kalau gue lagi happy gue nggak mau rewatch ini karena bikin nangis.

Pic from here

Ketiga, Spirited Away (2001).

Salah satu anime Jepang yang diproduksi oleh Studio Ghibli. Bercerita tentang seorang gadis kecil berusia 10 tahun yang harus berjuang di dunia arwah untuk mengembalikan wujud orang tuanya yang berubah menjadi seekor babi karena ketamakannya dan ketidaksopanannya memakan makanan orang lain tanpa izin.

Poin yang gue dapet dari film ini adalah betapa banyaknya manusia yang tamak akan keindahan dunia, yang hanya memikirkan keuntungan bagi dirinya sendiri tanpa sadar bahwa keegoisan tersebut justru akan menjebak dirinya sendiri, bahkan mungkin juga orang lain ke dalam lubang masalah. Film ini semacam sindiran sih dan emang relatable banget.

Selain dari poin tersebut, gue juga suka dengan peran si gadis kecil tersebut, Chihiro namanya. Gue suka karena Chihiro ini digambarkan dengan benar-benar seperti anak kecil berusia 10 tahun pada umumnya, yang benar-benar merasa sangat ketakutan, sangat menuruti perintah orang ketika sedang mental breakdown, menangis, berani karena kepolosannya, bahkan sampai ketidaksopanannya dia yang tidak mengucapkan terima kasih atau menjawab pertanyaan hingga harus ditegur terlebih dahulu. Emang sih tidak semua anak berusia 10 tahun seperti itu, tapi dari gambaran orang tuanya yang diberikan di film tersebut ya jadi super relateable, dan gue suka karena jadi masuk akal.

Btw, film dari Studio Ghibli tuh emang bagus-bagus sih parah. Tapi yang terfavorit menurut gue ya film Spirited Away ini. Rating dari Rotten Tomatoes-nya 97% pula. Berarti memang banyak juga orang yang suka.

Pic form here

Keempat, Unstoppable (2010).

Omg ini film gue suka banget sih. Inget banget pertama kali nonton film ini waktu di rumah gue ada TV yang kebetulan dipasangin TV kabel. Perasaan setelah nonton ini tuh kaya yang puas banget gitu. Jadi film ini bercerita tentang kereta api yang lepas kendali dalam kecepatan yang sangat tinggi dengan tanpa masinis yang disebabkan oleh kelalaian salah seorang pria yang bertugas untuk memindahkan kereta tersebut.

Thriller-nya dapet, gregetnya juga dapet. Apalagi melihat acting-nya mbak Rosario Dawson yang berperan sebagai Connie Hodper saat dia menyaksikan ide gilanya Galvin yang mana adalah wakil ketua pengoperasian kereta. Greget abis sih. Ya meski “katanya” film ini masih kurang greget dari film sejenisnya yang berjudul Runaway Train (1985) tapi menurut gue film ini tetep bagus dan worth to watch banget. Entah udah berapa kali gue rekomendasiin film ini ke temen-temen gue dan mereka juga suka.

Pic from here

Terakhir, Ralph Breaks The Internet (2018).

Oke, film ini memang masih tayang di bioskop dan gue juga baru sekali nonton. Tapi, gue seneng dengan film ini. Lagi-lagi pesannya sih yang bikin gue attach. Pesan yang disampaikan di film ini sangat relateable dengan apa yang sedang terjadi di dunia saat ini. Dimana sekarang sangat mudah untuk manusia mencari uang lewat internet dengan membuat video viral by doing something yang nggak penting dan nggak berfaedah. #nooffense.

Gue kayanya nggak mau cerita banyak ya film ini alur ceritanya kaya gimana since masih ditayangkan di bioskop #respect, intinya film ini bercerita tentang Ralph dan Venellope yang berjuang di dunia internet. Tapi ada satu scene yang bener-bener “2018 banget” menurut gue, yaitu pada saat salah seorang tokoh bernama Yessss bilang,

“First rule of the internet, do not read the comments”

yang gue rasa ini patut banget untuk di tonton para komentator “jahat” supaya sadar bahwa komentar mereka bisa berpengaruh buruk untuk orang yang mendapat komentarnya.

Pic from here

Okey, sepertinya itu saja. Film yang gue rekomendasikan rata-rata film santai semua ya hahaha, iya gue emang orangnya lebih prefer nonton film-film yang enteng gitu karena kadang suka stres kalo nonton film yang konfliknya berat, hidup gue aja udah berat ya kan, sedangkan nonton itu kan adalah ajang hiburan buat gue, jadi ya harus nonton film yang bisa menghibur dan merelaksasi otak gue ini. Eh tapi bukan berarti gue nggak suka ya, kalau lagi mau biasanya gue juga suka nonton film “berat” gitu, tergantung kondisi dan mood aja.



Sekian dan terima kasih.

16.44 pm, sambil makan mie goreng.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s