Hal yang Gue Sesali Saat Ini #23

Tantangan kali ini, cukup dramatis juga ya. Bikin gue jadi merenung, jadi mikir, jadi throwback juga. Selama dua puluh dua tahun ini, apa aja sih hal yang gue lakuin. Lalu apa gitu alasan dari semua hal yang udah lakuin itu. Kenapa gue memilih untuk melakukan hal itu ketimbang yang lain? Kenapa gue harus pilih A, kenapa nggak B atau Z?

Dramatis, kan? Untung nggak ada backsound-nya.

“…”

Ehm.

Sejak kecil, sekolah yang gue tempati adalah sekolah yang dipilih oleh kedua orang tua gue. Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Dulu saat gue menduduki kelas 2 SMP, gue sempat minta pindah sekolah karena beberapa alasan yang tidak etis kalau gue ceritakan di sini. Tapi orang tua gue menolak dan terus membiarkan gue melanjutkan sekolah di sana. Hingga akhirnya gue beneran melanjutkan sekolah di sana, sampai lulus.

Waktu berlalu begitu cepat, gue memasuki SMA, bla bla bla, sampai tiba waktunya bagi gue untuk memilih kampus yang akan menjadi tempat gue melanjutkan pendidikan. Waah.. kalau di ingat-ingat ya, saat-saat itu adalah saat dimana gue super duper semangat BA-NGET. Muka gue berseri-seri gitu saat membuat list tiga nama kampus dan satu jurusan yang selalu gue impikan sejak kelas 3 SMP. Sepanjang menulis gue jadi ngebayang-bayangin juga, asiknya belajar di sana nanti.

Lalu pada saat tiba waktunya untuk mendaftar, menuliskan nama gue di form daring pendaftaran universitas yang gue inginkan, serta memilih satu-satunya jurusan yang gue sangat impikan, sesuatu terjadi.

Sesuatu yang lumrah.

Sesuatu yang klasik.

Sesuatu yang gue rasa banyak juga orang mengalami hal ini.

Apa?


Orang tua membantah.

Meski dengan cara yang halus, I must say, tapi tetap sehalus apapun, bagi gue saat itu adalah kehancuran. Lebay gak? iyalah lebay, hahaha gila lo, tapi buat gue mah nggak. Nggak lebay. Beneran sedih banget saat itu. Kalian boleh tanya temen-temen satu kelas gue bagaimana sedihnya gue saat itu, mereka pasti tau, karena mereka juga tau bagaimana excited-nya gue untuk melanjutkan kuliah di tempat dan jurusan yang gue impikan saat itu.

Singkat cerita, akhirnya gue jatuh di salah satu kampus yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah, 1 jam paling lama kalau naik motor. Di jurusan yang jaaauuhhhh sekali dari apa yang gue inginkan. Jauh sekali. Awal pertama gue tau kalau gue diterima di kampus itu, dan jurusannya itu, gue marah. Kecewa. Mau nangis, tapi nggak bisa. Semakin dramatis, nggak tuh? wkwkwk.

Tapi ya seiring berjalannya waktu, bertemu dengan teman satu kelas yang super asik, mengenal dosen-dosen yang luar biasa, ditambah, tanpa ada angin atau badai, gue tiba-tiba dapet tawaran beasiswa full selama kuliah — dengan syarat IPK harus di atas 2,75 tentunya — perlahan rasa kecewa itu hilang. Perlahan, gue mulai bisa menerima apa yang gue dapat. Perlahan, gue yang tidak tahu diri ini pun bisa mengganti rasa marah gue dengan rasa syukur.

And look at me now, I’m graduated. Tepat pada waktunya. 4 tahun. Alhamdulillah.

Lalu, apa sih hal yang gue sesali dari cerita gue tersebut?

?

Gue terlalu penurut. Terlalu nurut sama apa kata orang tua. Yang baru gue sadari, bahwa itu nggak baik. I knoooowww it’s crazyyyy… hahaha, I know.. Tapi, melihat perjalanan gue ke belakang, gue sadar bahwa gue ini bukannya tidak bisa mewujudkan impian-impian gue saat itu, bukannya nggak bisa, bukan. Gue bisa, kalau saja gue lebih berusaha. Kalau saja gue tidak terlalu menuruti orang tua gue. Kalau saja gue berani untuk membantah dengan mencobanya terlebih dahulu, kalau gagal, baru ikuti apa yang orang tua mau.

Gue baru sadar bahwa gue ini terlalu takut untuk trial dan error, sehingga gue menjadi terlalu nurut dengan apa yang orang tua gue pinta.

Itu.

Itu hal yang gue sesali.

Sekian.



16.58 pm.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s